Zakat dan Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masjid

- 19 Mei 2024, 20:00 WIB
Ketua PW DMI Jateng Prof Ahmad Rofiq dan Ketua BAZNAS RI Prof Noor Achmad didampingi Ketua BAZNAS Jateng sekaligus ketua MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji
Ketua PW DMI Jateng Prof Ahmad Rofiq dan Ketua BAZNAS RI Prof Noor Achmad didampingi Ketua BAZNAS Jateng sekaligus ketua MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji /Ali A/

Oleh: Ahmad Rofiq

PORTAL PEKALONGAN - SEMARANG - Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW-DMI) Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Tengah, menggelar sosialisasi Penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Berbasis Masjid yang dilaksanakan perzonasi dua eks-Karesidenan.

Pertama 8 Mei 2024 untuk Pengurus DMI dua-Eks Karesidenan Semarang dan Pati.

Kedua, 20 Mei 2024 untuk Pengurus DMI dua-eks Karesidenan Banyumas dan Pekalongan.

Ketiga, 22 Mei 2024 untuk dua eks-Karesidenan Surakarta dan Kedu.

Baca Juga: Cara Menggunakan Shopee Affiliate Bagi Pemula, Kunci Hasilkan Cuan Tambahan Modal HP Saja

Masing-masing PD DMI Kabupaten/Kota diikuti ketua dan sekretaris dan diminta menghadirkan Ketua Takmir Masjid Agung atau Masjid Raya.

Potensi zakat di Jawa Tengah bisa mencapai Rp3,1 triliun per tahun.

Baik yang berasal dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jateng, maupun 35 pemerintah kabupaten/kota.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jateng, Ahmad Darodji, saat menghadiri Silaturahmi dan Halalbihalal bersama pimpinan Baznas RI dan kabupaten/kota di Semarang, Selasa (https://jatengprov.go.id/16/4/2024).

Apabila digabung dengan potensi muzakki di luar ASN, tentu lebih besar lagi, bisa sepuluh kali lipat.

Halaman:

Editor: Ali A

Sumber: Prof Ahmad Rofiq


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah