Skema Harga Padi Untungkan Petani Dukung Mimpi Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia

9 Maret 2023, 23:25 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan panen raya di Kabupaten Kebumen, Jawa Tenga, Kamis 9 Meret 2023. /ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng/

PORTAL PEKALONGAN - Skema harga padi yang menguntungkan petani bisa mendukung untuk mewujudkan mimpi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia. Skema itu disimulasikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan panen raya di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis 9 Maret 2023.

Presidene Jokowi melakukan simulasi tersebut bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertahanan Probowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Badan Pangan Nasional.

Ganjar menyatakan mendukung skema dan simulasi yang tengah disiapkan pemerintah sebagai upaya menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Baca Juga: Mentan SYL Dampingi Presiden Memulai Panen Raya Nusantara dari Kebumen

"Skema dan simulasi itu dapat mendukung mimpi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia," kata Ganjar, di sela-sela mendampingi Presiden Jokowi melakukan panen raya padi.

Menurut Ganjar, skema dan simulasi yang tengah disiapkan pemerintah itu di antaranya dengan menata masalah harga pangan, khusunya padi yang saat ini tengah panen raya di hampir semua provinsi.

Panen raya di Kebumen itu juga dihadiri Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dan Badan Pangan Nasional yang turut mendapingi Presiden Jokowi.

Baca Juga: Tahun Politik 2024, Dibutuhkan Sikap Kritis Hadapi Informasi dari Medsos dan Media Arus Utama

Ganjar juga mengungkapkan, dalam kegiatan panen raya padi tersebut juga dibahas tentang usulan skema harga padi atau gabah kering panen yang diharapkan dapat menguntungkan petani.

Usulan Harga Padi

Dengan harga yang menguntungkan, petani akan makin bersemangat dalam menggarap sawahnya sehingga hasilnya akan makin baik.

Tak hanya itu, Ganjar juga menyatakan dukungnnya terhadap simulasi untuk menentukan harga padi hingga beras.

"Tadi, kami bicara skema yang paling menguntungkan untuk petani kira-kira harga berapa, maka ada dari Kementan, Kemenhan tadi ikut juga ada dari Badan Pangan Nasional," ujarnya.

Baca Juga: Penuh Lubang, Pati-Rembang Macet 12 Jam, Warga: Ini Mau Dijadikan Wisata Lubang Seribu atau Gimana?

Baca Juga: Perbaiki Jalan Rusak, Pemprov Jateng Kucurkan Rp437 Miliar, Seluruh Kepala Daerah Diminta Lakukan Ini

Usulan itu sempat disampaikan oleh Badan Pangan Nasional agar harga di pasaran, khususnya untuk beras, tidak melambung tinggi.

"Badan Pangan Nasional tadi juga menyampaikan untuk dibuatkan satu simulasi. Simulasi inilah yang nantinya akan dipakai untuk penentuan berapa sebenarnya harga di tingkat petani yang layak agar masyarakat nanti tidak merasa berat untuk membeli harga berasnya," jelasnya. ***

Editor: Ali A

Sumber: antaranews.com

Tags

Terkini

Terpopuler