Undip Gratiskan 60 Warga Miskin Jepara Kuliah di FPIK, Rektor Prof Suharnomo: Kita Keroyok Kemiskinan Ekstrem

- 15 Mei 2024, 08:00 WIB
Rektor Undip Prof Suharnomo dan Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menjawab pertanyaan wartawan, salah satunya terkait kuliah gratis bagi 60 anak petani Jepara yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, di sela acara peresmian alat teknologi desalinasi air laut di Kampus Undip Teluk Awur Jepara
Rektor Undip Prof Suharnomo dan Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menjawab pertanyaan wartawan, salah satunya terkait kuliah gratis bagi 60 anak petani Jepara yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, di sela acara peresmian alat teknologi desalinasi air laut di Kampus Undip Teluk Awur Jepara /Ali A/

PORTAL PEKALONGAN - JEPARA - Bisa dikatakan sebuah keputusan anomali dan kontroversial. Di tengah maraknya demo mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi negeri yang memprotes kenaikan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) tahun 2024 karena nilainya fantastis tembus hingga Rp250 juta, Universitas Diponegoro atau Undip Semarang malah menggratiskan 60 warga miskin Jepara untuk bisa kuliah di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).

Ada 6 Progdi S1 FPIK Undip. Yakni Akuakultur, Ilmu Kelautan, Manajemen Sumber Daya Perairan, Oseanografi, Perikanan Tangkap, dan Teknologi Hasil Perikanan.

Materi yang dipelajari mahasiswa FIPK Undip yang dekat dengan kehidupan anak-anak nelayan sehari-hari antara lain Teknologi Pembenihan dan Pemuliaan Ikan, Nutrisi dan Pakan Ikan, dan Teknologi Pembesaran.

Baca Juga: 15 Latihan Soal Ulangan Harian, Tes Sumatif Matematika SMP MTs Kelas 8: Statistika dengan Kunci Jawaban

"Untuk mengangkat kemiskinan ekstrem, salah satunya ya dengan pendidikan. Rencananya 60 anak dari keluarga nelayan miskin, yang kemiskinannya tergolong ekstrem, kita kuliahkan dengan tanpa biaya alias gratis," kata Rektor Undip Semarang Prof Dr Suharnomo SE MSi pada peresmian alat teknologi desalinasi air laut di Kampus Undip Teluk Awur Jepara, Selasa (14/5/24). Hadir pada acara itu antara lain Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta meminta anak nelayan Jepara yang masuk katagori dari keluarga miskin ekstrem digratiskan kuliah di Undip Semarang.

"Jepara perlu banyak dibangun. Ada 11 ribu nelayan Jepara yang tentu saja sebagian besar anak-anak mereka layak kuliah gratis di Undip," katanya sembari menambahkan ucapan terima kasih atas Program Desalinasi karena banyak desa di Kabupaten Jepara kekurangan air bersih terutama air minum yang bersih dan sehat.

Baca Juga: Undip Siapkan Teknologi Desalinasi Air Laut untuk Mengatasi Krisi Air Bersih di Kawasan Pantura Jawa

Rektor Undip Prof Suharnomo menyatakan bahwa salah satu kampus yang punya laut ya Undip. Keberadaan Undip seharusnya bisa menjadikan industri perikanan dan ilmu kelautan unggul se Asia.

"Dengan tagline 'Undip Bermanfaat', semoga cita-cita mulia itu segera terwujud," katanya.

Salah satu wujud dari tagline: Undip Bermanfaat adalah program desalinasi di Jepara yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat nelayan.

"Tak butuh waktu lama, industri perikanan di Jepara unggul di Asia. Tidak butuh waktu lama, Undip akan dikenal sebagai kampus yang unggul di bidang industri perikanan dan kelautan di Jepara dan pertanian di Batang."

Terkait menggratiskan 60 anak-anak nelayan Jepara untuk kuliah di Undip, Rektor Prof Suharnomo menyatakan siap. Pihaknya akan bekerja sama sama dengan pemda setempat.

Baca Juga: Pembahasan Soal OSN IPA, Latihan Soal Sukses OSN K SMP MTs Tahun 2024 dan Kunci Jawaban

"Selain itu kita juga kerja sama dengan Cimory, Holtimart, dan perusahaan-perusahaan yang memiliki CSR pendidikan. Menggratiskan 60 orang mahasiswa, misalnya, Undip akan gratiskan IKK dosen-dosen, ssrama mahasiswanya yang bayar bupati. Ini adalah salah satu program pengurangan kemiskinan ekstrem. Kalau program ini berhasil, saya akan ajak Unnes," tegasnya.

Menurut dia, riset-riset yang dilakukan kalangan akademisi itu wajibnya untuk kepentingan rakyat. Artinya, riset itu harus bermanfaat untuk rakyat.

"Ingat, kita ini (Jawa Tengah) adalah salah satu daerah penyangga pangan nasional. Di Undip ada Fakultas Peternakan dan Pertanian, ada juga Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Maka dengan hasil riset yang telah kita lakukan selama ini bisa untuk membuat perikanan modern di Teknopark. Dan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat."

Baca Juga: Gadai BPKB Motor di Pegadaian: Pinjam Uang Rp10 Juta Cicilannya Berapa? Simak Begini Simulasinya

Rektor Prof Suharnomo juga mengingatkan bahwa tren masa depan pertanian, perternakan, dan perikanan modern. Tren masa depan itu, adalah bisnis itu sendiri, energi terbarukan, IT, serta food and sains teknologi.

"Undip akan berkontribusi menciptakan tren bertani itu menyenangkan dan menjanjikan masa depan. Undip akan berkontribusi bahwa beternak itu menyenangkan dan menjanjikan masa depan. Undip akan berkontribusi bahwa perikanan air tawar dan air laut itu menyenangkan dan menjanjikan masa depan. Sehingga kaum muda akan senang menjadi petani modern, peternak modern, dan nelayan modern," tegasnya.***

Editor: Ali A

Sumber: liputan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah