Gubenur Jateng Serahkan Bantuan Bidang Keagamaan dan Pendidikan Keagamaan Rp 434 M ke

- 21 Februari 2023, 16:25 WIB
Ganjar juga menyerahkan bantuan Hibah Bidang Keagamaan dan Pendidikan Keagamaan Tahun Anggaran 2023, kepada Kakanwil Kemenag Jateng, H Mustai'in Ahmad. 

PORTAL PEKALONGAN (SRAGEN) - Pemprov Jateng serahkan bantuan hibah itu rutin diberikan setiap tahun, dengan sasaran kelompok guru atau pengajar agama, rumah ibadah, bantuan operasional sekolah, dan lembaga pendidikan agama.

Bantuan Pemprov Jateng itu diserahkan Gubernur Ganjar Pranowo secara simbolis, di Pondok Pesantren Hidayatul Muhtadin, Klandungan, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Senin 20 Februari 2023.

Nominal bantuan hibah Bidang Keagamaan dan Pendidikan Keagamaan Tahun Anggaran 2023, itu sebesar Rp434 miliar.

 

”Ini rutin kita berikan tiap tahun. Ada kelompok guru agama, tadi yang hadir ada Hindu, Kristen, Islam, sedangkan agama lainnya belum bisa hadir. Terus kemudian untuk rumah ibadah yang memang di kelompok Kesra ini cukup banyak, tentu saja kami harapkan bisa memberikan insentif kepada mereka. Nggak banyak, tapi inilah bentuk perhatian yang kami berikan,” kata Ganjar.

Baca Juga: Genjot Aktivasi KTP Digital di Jateng, Pemprov Sasar Universitas dan Mahasiswa

Bantuan Rp434 miliar itu, terdiri atas bantuan Insentif Pengajar Keagamaan senilai Rp277.066.000.000, yang disalurkan kepada 230.830 orang.

Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) Madrasah Aliyah (MA) senilai Rp27.404.150.000 kepada 182.361 siswa.

Kemudian hibah bidang keagamaan senilai Rp30.486.700.000 untuk 790 lembaga.

Dan terakhir, hibah bidang pendidikan keagamaan senilai Rp99.046.000.000 untuk 2.256 lembaga.

”Total ada Rp434 miliar, itu untuk bangunan, Bosda, sarpras, insentif. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya, karena beberapa insentif untuk guru keagamaan itu ternyata bertambah jumlahnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Spesifikasi Honda Beat 2023 Semakin Sporty, Kenali Sistem Canggih Skutik Incaran Anak Muda Ini

Menurutnya, pemberian insentif kepada pengajar atau guru agama itu, merupakan bentuk apresiasi.

Sebab, guru agama telah menjadi agen yang mengajarkan kedamaian, kebaikan, toleransi, serta mendidik budi pekerti pada anak-anak. Nilai-nilai yang sangat bagus, dalam konteks menjaga harmoni kebhinnekaan serta moderasi umat beragama.

Sebagai informasi, program insentif guru atau pengajar agama ini sudah berjalan di Jateng sejak 2019.

 

Setiap tahun, jumlah pengajar penerima insentif terus meningkat, dan berasal dari berbagai agama.

Baca Juga: Penuh Haru, Wisuda ke 2 Program Tahfidz 6 Bulan, Meriahkan Acara Haul Akbar PP Fadhlul Fadhlan Semarang

Misalnya, pengajar Madrasah Diniyah, ponpes dan TPQ untuk agama Islam, pengajar di sekolah minggu untuk Kristen-Katolik, Pasraman untuk agama Hindu, Vijjalaya untuk agama Buddha.***

Editor: Ali A

Sumber: Humas Kemenag Jateng


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah