Hardinsyah: Manfaat Puasa Syawal Cara Allah Merawat Disiplin dan Kebaikan

- 14 Mei 2022, 22:55 WIB
ilustrasi Manfaat Puasa Syawal
ilustrasi Manfaat Puasa Syawal /Pixabay

PORTAL PEKALONGAN - Puasa syawal adalah puasa sunah setelah bulan Ramadhan. Manfaat puasa syawal menurut Hardinsyah Guru Besar dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University sangat banyak.

Hardinsyah mengatakan puasa Syawal merupakan cara Allah dalam mendidik manusia agar dapat merawat disiplin dan kebaikan yang sudah diraih saat Ramadhan.

Selain mendapat pahala satu tahun manfaat puasa syawal membiasakan dan mengkondisikan agar kebaikan yang telah dilakukan selama bulan Ramdhan tidak hilang begitu saja.

Baca Juga: Biaya Mudik Fantastis, 20 Juta Habis untuk Silaturrahmi ke Wonosobo

“Bulan puasa ibarat sebuah diklat disiplin dan kebaikan. Andai tidak melakukan puasa syawak kemungkinan hasil diklat tidak akan terealisasi dalam kehidupan, misalnya lnturnya disiplin dalam mengelola asupan makanan yang kita konsumsi,” ujarnya dalam siaran pers yng diterima.

Idul fitri adalah momen spesial bagi orang yang telah berpuasa sebulan penuh. Momen bahagia ini biasanya diisi dengan silaturrahmi dan makan-makan. Banyak makanan dan minuman yang disuguhkan. Untuk itu perlu kewaspadaan agar tidak berlebihan dalam makan dan minum.

"Anjuran puasa Syawal membuat manusia yang melaksanakan berpikir apakah bisa mengendalikan diri atau tidak. Momen ini untuk tetap melanjutkan kedisiplinan. Puasa Syawal juga dapat menjadi latihan puasa Senin-Kamis. Bisa juga diterapkan untuk memulai puasa berselang dalam Islam disebut puasa Daud atau bahasa asingnya puasa 101," jelasnya.

Puasa Syawal awal persiapan disiplin di bulan  bulan selanjutnya untuk merawat kondisi tubuh agar lebih stabil dibanding puasa Ramadhan, serta memperoleh pahala Allah.

"Barangsiapa puasa Ramadan kemudian melanjutkannya enam hari di bulan Syawal maka dia akan dapat pahala seakan-akan puasa setahun (Hadis). Imbalan pahala yang diberikan Allah dahsyat sekali. Semoga upaya kita merawat kedisiplinan yang baik ini sampai pada Ramadhan berikutnya," imbuhnya.

Ia menambahkan, bagi orang dengan penyakit tertentu, ibu hamil dan ibu menyusui agar memperhatikan kondisi tubuhnya jika ingin melakukan puasa Syawal.

"Lagi-lagi kalau sakit harus konsultasi kepada dokter. Begitu juga dengan ibu hamil dan menyusui, perlu introspeksi diri apakah kehamilannya sehat atau tidak, ibunya mengalami kurang gizi yang kronik apa tidak, jadi jangan memaksakan diri,” imbuhnya.

Tip dari Profesor Hardin bagi yang ingin berpuasa adalah selalu introspeksi diri akan kondisi tubuh.

"Jika tubuh kurus sekali ingin melaksanakan puasa Syawal, maka perlu diperhatikan dengan baik agar makan malam, makan sahur serta berbuka dengan jumlah yang cukup dan dapat mencadangkan energi dan gizi. Upayakan bisa meningkatkan berat badan dengan otot yang proporsional," ucapnya.

Baca Juga: Tata Cara Puasa Syawal, Yukk Raih Pahala 1 Tahun

Jika gemuk, menurutnya, selain mencari pahala, momen ini bisa dimanfaatkan untuk menurunkan berat tubuh. Dalam hal ini, ia menyarankan untuk sahur dengan porsi seperempat atau setengah dari sarapan biasanya.

"Jika perlu hanya makan kurma dengan satu snack dan buah berserat disertai dua gelas minum sudah memadai. Pada saat siang hari tubuh mengalami kondisi kurang energi, maka cadangan glikogen dan lemak kita mulai digunakan oleh tubuh. Bila ini terjadi berkali-kali maka lemak tubuh berkurang dan tubuh menjadi ramping," pungkasnya.***

 

Editor: Sumarsi

Sumber: Hardinsyah guru besar IPB


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x