Doa Malam Lailatul Qadar dan Artinya , Prof Ahmad Rofiq: Berburu Kemuliaan pada Lailatul Qadar?

- 31 Maret 2024, 13:45 WIB
Malam Lailatul Qadar, Prof Ahmad Rofiq: Doa malam lailatul qadar dan artinya
Malam Lailatul Qadar, Prof Ahmad Rofiq: Doa malam lailatul qadar dan artinya /

Oleh: Ahmad Rofiq*)

PORTAL PEKALONGAN - Berikut ini adalah artikel yang membahas malam lailatul qadar, tentu saja di dalamnya adalah doa malam lailatul qadar dan artinya.

Prof Ahmad Rofiq dalam artikel ini membahas secara rinci apa itu malam lailatul qadar. Ketua Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia Jawa Tengah itu juga mengajarkan doa malam lailatul qadar dan artinya.

Apa doa malam lailatul qadar dan artinya akan dijelaskan oleh Prof Ahmad Rofiq dalam artikel ini. Semoga bermanfaat.  

Baca Juga: Game Penghasil Saldo DANA ‘Hago’: Berikut Ini Cara Bermainnya

 

Prof Ahmad Rofiq di halaman Masjid Nabawi Madinah setelah shalat Subuh
Prof Ahmad Rofiq di halaman Masjid Nabawi Madinah setelah shalat Subuh

Prof. Quraish Shihab menjelaskan bahwa kata Qadar (قﺩﺭ) sesuai dengan penggunaannya dalam ayat-ayat Al Qur'an memiliki tiga arti:

pertama, penetapan dan pengaturan sehingga Lailat Al-Qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia.

Penggunaan Qadar sebagai ketetapan juga digunakan pada QS. Ad-Dukhan: 3-5: “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada suatu malam, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan semua urusan yang penuh hikmah, yaitu urusan yang besar di sisi Kami.

Kedua, kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Quran.

Lihat juga pada QS. Al-An'am (6): 91 yang membahas tentang kaum musyrik: “Mereka itu tidak memuliakan Allah dengan kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada masyarakat”.

Ketiga, Sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam surat Al-Qadr.

Penggunaan Qadar untuk melambangkan kesempitan dapat dijumpai pada surat Ar-Ra'd ayat 26: “Allah melapangkan rezeki yang dikehendaki dan mempersempit (bagi yang dikehendaki-Nya)” (Buku Wawasan Al-Qur’an).

Halaman:

Editor: Ali A

Sumber: Prof Ahmad Rofiq


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah