Presiden Jokowi : Problemnya Ada di Pintu yang Terkunci dan Tangga yang Terlalu Tajam Plus Kepanikan yang Ada

- 5 Oktober 2022, 22:43 WIB
Jokowi mengungkapkan bahwa problemnya ada di pintu yang terkunci dan tangga yang terlalu tajam plus kepanikan yang ada/ tangkapan layar
Jokowi mengungkapkan bahwa problemnya ada di pintu yang terkunci dan tangga yang terlalu tajam plus kepanikan yang ada/ tangkapan layar /YouTube Sekretariat Presiden

PORTAL PEKALONGAN- Presiden Jokowi memberikan keterangannya terkait tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang.

Usai meninjau Lokasi di Stadion kanjuruhan Malang pada Rabu, 5 Oktober 2022 Jokowi menyampaikan keterangan yang didapat di lapangan.

Didepan beberapa wartawan Presiden Jokowi menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh awak media.

Salah satu wartawan menyanyakan penemuan Jokowi usai mengunjungi Stadion Kanjuruhan Malang.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tinjau Stadion Kanjuruhan di Malang: Kita Perlu Mengaudit Bangunan (Stadion) Ini

Jokowi mengungkapkan bahwa problemnya ada di pintu yang terkunci dan tangga yang terlalu tajam plus kepanikan yang ada.

“Tim gabungan independent pencari fakta harus melihat secara detail. Tetapi, sebagai gambaran tadi saya melihat bahwa problemnya ada di pintu yang terkunci. Dan juga tangga yang terlalu tajam ditambah kepanikan yang ada. Tapi itu saya hanya melihat lapangannya. Nanti semua akan disimpulkan oleh tim gabungan independent pencari fakta,”ungkap Jokowi dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu, 5 Oktober 2022.

Jokowi juga menegaskan bahwa seluruh bangunan akan diaudit kementrian PU.

“Yang paling penting seluruh bangunan stadion akan diaudit oleh kementrian PU,”ungkap Jokowi.

Presiden Jokowi memberikan tenggat waktu kepada tim gabungan independent 1 bulan.Tetapi beliau minta secepatnya tidak sampai satu bulan.

Begitu pula dengan kementerian PU, untuk audit stadion juga diberikan waktu yang sama yaitu 1 bulan juga.

Baca Juga: Humas Polres Metro Jakarta Selatan Ungkap Perkembangan kasus Rizky Billar Usai Dilaporkan Melakukan KDRT

Jokowi membandingkan Stadion Kanjuruhan Malang dan stadion GBK.

“Karena jika dilihat di GBK dengan kapasitas penonton 80.000 orang dibuka 15 menit sudah bisa keluar,”katanya.

Jokowi juga mengungkapkan bahwa FIFA siap membantu memperbaiki manajemen yang ada.

“Saya kira kita memang perlu evaluasi total semuanya baik manajemen pertandingan, manajemen stadion, manajemen penonton, manajemen waktu pengamanan semuanya harus dievaluasi total agar peristiwa yang terjadi di stadion Kanjuruhan tidak terjadi lagi,”harapan presiden Jokowi.***

Editor: Sumarsi

Sumber: YouTube Sekretariat Presiden


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah