Kajian Ramadhan Prof Ahmad Rofiq: Puasa, Kejujuran, dan Takut kepada Allah

- 4 April 2022, 11:19 WIB
Prof Ahmad Rofiq
Prof Ahmad Rofiq /Dok Pribadi

Sudah barang tentu yang kita harapkan, takut kita kepada Allah kita oleh menjadi rasa cinta kepada Allah. Ibadah puasa mengajarkan pada kita untuk jujur. Karena Allah menegaskan, bahwa ibadah puasa kita adalah untuk Allah dan Allah yang akan langsung membalasnya (Hadits Qudsi).

Rasulullah saw bersabda: “Bagi orang yang puasa, ada dua kebahagiaan, kebahagiaan saat berbuka, dan kebahagiaan saat berjumpa dengan Allah” (Riwayat Al-Bukhari, Muslim, An-Nasai, dan Ibnu Majah).

Baca Juga: Sambut Ramadhan 1443 Hijriah, Inilah Tausyah Ketua PW-DMI Jawa Tengah Prof Ahmad Rofiq

Al-Ghazali mengisahkan, “seorang laki-laki menyukai seorang perempuan. Kala perempuan itu keluar, lelaki itu pun pergi bersamanya. Ketika laki-laki itu menyendiri dengan perempuan itu di suatu dusun, orang-orang dusun sudah pada tidur, dan laki-laki itu pun menyampaikan keinginannya pada perempuan itu.

Perempuan itu pun bertanya kepadanya: “Lihatlah apakah semua orang sudah tidur? Lelaki ini pun bergembira, dan mengira perempuan itu sudah siap dan bersedia menerima keinginannya. Untuk meyakinkan, lelaki tersebut masih mengelilingi untuk meyakinkan, bahwa mereka sudah tidur”.

Setelah dipastikan semua sudah tidur, perempuan itu pun bertanya, dan cukup mengagetkan: “Apa pendapatmu tentang Allah Ta’ala. Apakah Dia tidur saat ini? Lelaki itu pun menjawab: “Sesungguhnya Allah ta’ala tidak tidur dan Dia tidak mengantuk dan tidur”.

Perempuan itu pun berkata: “Sesungguhnya Allah yang tidak pernah tidur dan tidak akan tidur melihat kita, meskipun orang-orang tidak melihat kita. Oleh karena itu, Dia lebih patut untuk ditakuti”.

Baca Juga: Prof Ahmad Rofiq terpilih sebagai ketua DMI Jateng

Mendengar pendapat perempuan tersebut, lelaki itu meninggalkan perempuan itu, karena takut kepada Allah dan ia pun bertaubat dan kembali ke kampung halamannya” (hal. 31). Ketika laki-laki itu meninggal dunia, orang-orang bermimpi melihatnya. Apa yang dilakukan Allah kepada laki-laki tersebut? Orang itu menjawab: “Allah mengampuni aku karena aku takut kepada Allah dan meninggalkan dosa itu” (Ibid).

Ibadah puasa mengajarkan dan melatih kita supaya bisa jujur pada diri kita sendiri, dan takut kepada Allah, agar kita disayangi-Nya. Al-Ghazali mengutip dari Kitab Bidayatu l-Hidayah yang menyebutkan, bahwa pada hari kiamat didatangkan Jahannam yang bersuara keras, sehingga setiap umat duduk berlutut karena takur akan kedahsyatannya.
Inilah yang digambarkan Allah Ta’ala: “Dan (pada hari itu) kami lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya” (QS. Al-Jatsiyah: 28).

Halaman:

Editor: Arbian T


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x